Penyuluhan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Guru Nonbahasa SMA dan SMK Se-Kabupaten Pohuwato

Penggunaan bahasa Indoensia saat ini dalam kondisi yang memprihatinkan. Di satu sisi, banyak disaksikan di ruang-ruang publik bahasa Indonesia, termasuk sekolah sebagai institusi pendidikan nyaris tergeser oleh bahasa asing. Ruang Publik yang seharusnya merupakan ruang yang menunjukkan identitas keindonesiaan melalui penggunaan bahasa Indonesia ternyata sudah banyak disesaki oleh bahasa asing. Berbagai papan nama, baik papan nama perkotaan, restoran, pusat-pusat perbelanjaan, hotel, perumahan, periklanan, maupun kain rentang hampir sebagian besar tertulis dalam bahasa asing, bahkan di sekolah pun tak luput dari bahasa asing. Di sisi lain, mutu penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai ranaaaah, baik ranah kedinasan, pendidikan, jurnalistik, ekonomi, maupun perdagangan, juga belum membanggakan. Di dalam berbagai ranah tersebut, campur aduk penggunaan bahasa masih terjadi. Berbagai kaidah yang berhasil dibakukan dalam pengembangan bahasa juga belum sepenuhnya diindahkan oleh para pengguna bahasa. Sementara itu, para pejabat negara, para cendekia, dan tokoh masyarakat, termasuk tokoh publik, yang seharusnya memberikan keteladanan dalam berbahasa Indonesia terjata juga belum memenuhi harapan masyarakat. Berbagai persoalan tersebut menunjukkan bahwa upaya pembinaan bahasa Indonesia pada berbagai lapisan masyarakat masih menghadapi tantangan yang cukup berat. Di kalangan guru-pihak yang diharapkan dapat menjadi contoh yang baik dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, tantangan yang dihadapi juga serupa. Padahal, guru memiliki peran dan tugas sebagai sumber materi yang tidak pernah kering dalam mengelola proses pembelajaran. Bahasa Indonesia adalah bahasa pengantar wajib di semua jenjang pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan mutu kemahiran berbahasa Indonesia pentik diadakan guna mengetahui tingkat kemahiran berbahasa Indonesia guru di lima aspek kebahasaan, yaitu: ejaan, bentuk dan pilihan kata, pengembangan kosakata dan istilah, kalimat, paragraf, dan wacana. Selain itu, dalam kegiatan peningkatan mutu tersebut, perkembangan seputar kebahasaan (perkembagan terbaru bahasa Indonesia) juga disosialisasikan. Senin, 9 Maret 2020, Kepala Kantor Bahasa Gorontalo telah membuka kegiatan Penyuluhan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Guru Nonbahasa SMA/SMK se-Kabupaten Pohuwato yang dilaksanakan selama dua hari yaitu pada tanggal 9--10 Maret 2020 dengan diikuti oleh 50 guru SMA dan SMK se-Kabupaten Pohuwato. Kegiatan ini juga melibatkan dua penyuluh Kantor Bahasa Gorontalo, Dr. Sukardi Gau, M. Hum. dan M. Lukman Hakim,S.S. Kegiatan Penyuluhan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Guru Nonbahasa SMA/SMK se-Kabupaten Pohuwato dilaksanakan dalam rangka memasyarakatkan kaidah-kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama kepada guru sebagai salah satu ujung tombak pemasyarakatan bahasa Indonesia. Para peserta diberi pemahaman mengenai kaidah bahasa Indonesia sesuai Pedoman Umum Bahasa Indonesia yang berlaku. Peserja juga diberikan pemahaman mengenai persoalan-persoalan bahasa yang masih banyak disalahartikan oleh masyarakat, dan pentingnya pengetahuan kebahasaan dalam menunjang profesi dan menjalankan tugas sebagai guru, terlebih lagi dengan adanya kewajiban menulis karya ilmiah bagi guru. Pemahaman mengenai pemilihan diksi, penggunaan istilah yang tepat, pemakaian bahasa asing, dan pemahaman mengenai kalimat dan paragraf akan menghasilkan karya ilmiah yang  baik. Para guru juga mampu mengajarkan materi tersebut kepada peserta didik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.